Mataram, NTB – Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan. Aksi nyata diperlukan agar lingkungan tetap bersih dan terhindar dari ancaman genangan air. Semangat itulah yang ditunjukkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Tanjung Karang, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan Serka Yuntara, bersama warga dan jajaran pemerintah kelurahan saat membersihkan saluran drainase di Lingkungan Bendega, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Jum’at Asri. Sejak pagi, Babinsa, perangkat kelurahan, dan masyarakat turun langsung membersihkan gorong-gorong yang dipenuhi sampah, endapan lumpur, serta material lain yang berpotensi menghambat aliran air.
Dengan peralatan sederhana dan semangat kebersamaan, mereka bahu-membahu mengangkat kotoran dari saluran air. Pekerjaan yang mungkin terasa berat jika dilakukan sendiri menjadi lebih ringan ketika dikerjakan bersama.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan bukan semata-mata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Bersihkan Drainase, Cegah Persoalan Lingkungan
Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Tanjung Karang, Yasri Amri, S.STP., Sekretaris Kelurahan Lalu Samsul, staf kelurahan, Kepala Lingkungan Bendega, Babinkamtibmas, Babinsa, serta warga setempat.
Pembersihan drainase menjadi salah satu langkah sederhana namun penting dalam menjaga kondisi lingkungan. Saluran air yang tersumbat sampah dan lumpur dapat menghambat aliran air, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin setiap Jumat. Kesadaran untuk menjaga saluran air perlu tumbuh dalam kebiasaan sehari-hari, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.
Babinsa Kelurahan Tanjung Karang, Serka Yuntara, mengatakan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan Jum’at Asri ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk terus membudayakan gotong royong dan tidak mengabaikan kebersihan saluran air. Lingkungan yang bersih dan saluran drainase yang lancar merupakan tanggung jawab kita bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan terhindar dari genangan air,” ungkap Serka Yuntara.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Lurah Apresiasi Partisipasi Babinsa dan Warga
Sementara itu, Lurah Tanjung Karang, Yasri Amri, S.STP., mengapresiasi keterlibatan Babinsa, Babinkamtibmas, staf kelurahan, kepala lingkungan, serta masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk menjaga kebersihan wilayahnya.
Ia menilai program Jum’at Asri menjadi langkah positif untuk membangun kesadaran kolektif. Sebab, lingkungan yang bersih tidak dapat diwujudkan hanya melalui kegiatan sesaat, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang telah berpartisipasi. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Kami berharap masyarakat terus menjaga kebersihan saluran drainase dan tidak membuang sampah sembarangan agar lingkungan tetap bersih, sehat, serta terhindar dari genangan air,” ujar Yasri.
Ia juga berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kebersamaan Menjadi Kunci Lingkungan Sehat
Lebih dari sekadar membersihkan gorong-gorong, kegiatan Jum’at Asri di Lingkungan Bendega memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.
Kehadiran Babinsa di tengah warga menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui interaksi langsung seperti ini, komunikasi dan hubungan sosial antara aparat kewilayahan dengan masyarakat juga semakin erat.
Pada akhirnya, lingkungan yang bersih tidak hanya lahir dari kegiatan besar atau program pemerintah. Kepedulian kecil yang dilakukan bersama secara konsisten justru menjadi fondasi penting dalam menciptakan kawasan permukiman yang sehat, nyaman, dan tertata.
Melalui program Jum’at Asri, masyarakat Tanjung Karang diharapkan semakin menjadikan kebersihan sebagai budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial. Sebab, menjaga lingkungan hari ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kenyamanan generasi mendatang.










