Dompu, NTB – Gelaran Pacuan Kuda Tradisional Bupati Cup 2026 yang mengusung tema “Tradisi Melangkah dari Lintasan Budaya dan Ekonomi Menuju Dompu Maju dan Berprestasi” mencapai puncaknya pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Pacuan Kuda Lembah Kara, Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu tersebut menjadi ajang pelestarian tradisi budaya sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Pelaksanaan grand final dimulai sekitar pukul 09.00 Wita dan diikuti oleh kuda-kuda pacuan yang sebelumnya telah melalui tahapan perlombaan sejak 24 Oktober 2026. Sebanyak 446 ekor kuda dari Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Dalam kejuaraan ini, terdapat 15 kelas yang diperlombakan, mulai dari kelas Pemula A, Pemula B, TK, OA, OB, TH A, TH B, TA dan DA, Tunas B, Tunas C, hingga kelas Dewasa B, Dewasa C, Dewasa D, Dewasa E, dan Dewasa F.
Pada babak grand final, masing-masing kelas diikuti enam ekor kuda terbaik yang bertanding untuk memperebutkan gelar juara dan Piala Bupati Dompu.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, pengamanan melibatkan personel Polres Dompu, Polsek Pajo, serta Kodim 1614/Dompu yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pajo IPDA M. Erwin Rosadi, S.Sos.
Pengamanan dilakukan melalui pendekatan terbuka dan tertutup, koordinasi dengan panitia, serta pemantauan terhadap aktivitas pemilik kuda dan penonton. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk kemungkinan protes terhadap keputusan juri maupun perselisihan antarpengunjung.
Kapolsek Pajo IPDA M. Erwin Rosadi, S.Sos. menyampaikan bahwa pihak kepolisian bersama TNI dan panitia telah melakukan langkah-langkah pengamanan secara maksimal agar kegiatan pacuan kuda tradisional dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai.
Menurutnya, pacuan kuda tradisional merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Dompu yang perlu terus dilestarikan. Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM dan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak, baik panitia, pemilik kuda, joki, maupun masyarakat yang telah ikut menjaga ketertiban selama pelaksanaan Pacuan Kuda Tradisional Bupati Cup 2026. Kami juga mengimbau kepada seluruh penonton agar tetap menjaga sportivitas, tidak mudah terpancing emosi apabila terjadi perbedaan pendapat terhadap keputusan juri, serta menghindari segala bentuk aktivitas yang dapat memicu gangguan Kamtibmas,” ungkap IPDA Erwin.
Ia juga menegaskan bahwa sinergitas antara Polri, TNI, panitia, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan selama berlangsungnya kegiatan berskala besar seperti pacuan kuda tradisional.
Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel pengamanan serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan Pacuan Kuda Tradisional Bupati Cup 2026.
Kapolres Dompu menegaskan bahwa Polri berkomitmen mendukung kegiatan masyarakat, termasuk pelestarian budaya dan tradisi daerah, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.
“Kami berharap kegiatan pacuan kuda tradisional seperti ini dapat terus menjadi kebanggaan masyarakat Dompu, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi, melestarikan budaya lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ungkap Kasi Humas.
Rangkaian kegiatan grand final Pacuan Kuda Tradisional Bupati Cup 2026 berakhir sekitar pukul 17.30 Wita. Selama pelaksanaan hingga berakhirnya kegiatan, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif berkat sinergitas pengamanan TNI-Polri bersama panitia dan masyarakat.
Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu












