Babinsa dan Lurah Monjok Edukasi Siswa Cegah Kenakalan Remaja

Mataram, NTB – Mencegah kenakalan remaja tidak cukup hanya dengan memberikan teguran, tetapi membutuhkan kepedulian, pendampingan, dan pengawasan dari berbagai pihak. Sebagai langkah nyata melindungi generasi muda, Kelurahan Monjok bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Monjok menyambangi SMP Negeri 23 Mataram untuk memberikan sosialisasi dan imbauan kepada para siswa agar menjauhi perilaku negatif serta meningkatkan kedisiplinan, Selasa (3/11/2026).

 

Kegiatan tersebut menyasar siswa-siswi SMPN 23 Mataram yang berada di wilayah Kelurahan Monjok. Sosialisasi ini difokuskan pada upaya pencegahan kenakalan remaja, terutama aktivitas negatif pada malam hari, sekaligus meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya menaati aturan sekolah.

 

Babinsa Monjok, Sertu Nuryato, mendampingi Lurah Monjok, Lalu Abdi Dwi Tenggara, S.STP., M.H., dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Kepala SMPN 23 Mataram, H. Achmad Jauhari, S.Pd., M.Pd., yang bersama jajaran sekolah mendukung upaya pembinaan dan pengawasan terhadap peserta didik.

 

Lurah Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja

Dalam arahannya, Lurah Monjok, Lalu Abdi Dwi Tenggara, menekankan pentingnya membangun kesadaran para pelajar agar mampu menjaga perilaku, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta menghindari aktivitas yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

 

Ia juga mengajak para siswa untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah hingga larut malam yang dapat memicu permasalahan sosial dan mengganggu ketertiban lingkungan.

 

“Kami mengajak seluruh siswa untuk lebih disiplin, menjaga pergaulan, serta menghindari aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, terutama kegiatan di luar rumah hingga larut malam. Pembinaan generasi muda membutuhkan perhatian bersama agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” ungkapnya.

 

Imbauan tersebut juga disampaikan sebagai bagian dari pelaksanaan arahan Wali Kota Mataram dalam menjaga ketertiban dan membangun lingkungan yang aman serta kondusif bagi generasi muda.

 

Sekolah Perkuat Pengawasan dan Pembinaan Siswa

Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan ini turut menyoroti pentingnya pengawasan selama proses belajar mengajar berlangsung. Pasalnya, masih ditemukan adanya siswa yang keluar dari lingkungan sekolah ketika jam pelajaran belum selesai.

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama agar pihak sekolah dapat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas peserta didik, sehingga kegiatan pembelajaran berjalan sesuai jadwal dan tata tertib yang berlaku.

 

Kepala SMPN 23 Mataram, H. Achmad Jauhari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah akan terus memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh siswa, baik selama proses pembelajaran maupun ketika berada di lingkungan sekolah.

 

“Kami akan memperkuat pengawasan terhadap aktivitas siswa di lingkungan sekolah. Kedisiplinan merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Kami juga berharap adanya kerja sama antara guru, orang tua, pemerintah kelurahan, dan aparat kewilayahan untuk memastikan siswa tetap mengikuti pembelajaran sesuai jadwal,” jelasnya.

 

Menurutnya, pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dengan pengawasan yang konsisten, diharapkan para siswa semakin memahami tanggung jawabnya sebagai pelajar.

 

Babinsa Ajak Pelajar Bijak dalam Pergaulan

Sementara itu, Babinsa Monjok, Sertu Nuryato, menegaskan bahwa pendampingan dalam kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap pembinaan generasi muda di wilayah binaan.

 

Menurutnya, lingkungan pendidikan dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman bagi perkembangan anak-anak usia sekolah.

 

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah kelurahan dan pihak sekolah dalam mencegah kenakalan remaja. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perhatian, arahan, dan pengawasan bersama. Kami berharap para siswa dapat lebih bijak dalam bergaul, menaati aturan sekolah, serta mengisi waktu dengan kegiatan positif,” tuturnya.

 

Ia juga berharap komunikasi dan sinergi antara Babinsa, pemerintah kelurahan, pihak sekolah, serta masyarakat terus terjalin. Dengan demikian, berbagai potensi permasalahan yang melibatkan remaja dapat dicegah sejak dini melalui pendekatan persuasif dan pembinaan yang berkelanjutan.

 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kelurahan Monjok bersama Babinsa dan pihak SMPN 23 Mataram berharap tercipta lingkungan pendidikan yang lebih tertib, aman, dan kondusif.

 

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Perhatian keluarga, ketegasan sekolah, kepedulian pemerintah, serta pendampingan aparat kewilayahan menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang disiplin, berkarakter, dan mampu meraih masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *