Berita  

Kapolres Sumbawa Barat Tekankan Profesionalisme dalam Gelar Operasional dan Anev GKTM, Gangguan Kamtibmas Dilaporkan Menurun

Polres Sumbawa Barat menggelar kegiatan Gelar Operasional dan Analisis Evaluasi (Anev) Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (GKTM) sebagai upaya mengevaluasi pelaksanaan tugas kepolisian sekaligus merumuskan strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pikon Polres Sumbawa Barat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Rendy Andy Julikhlas, S.H., S.I.K., didampingi Wakapolres Sumbawa Barat. Hadir dalam kegiatan itu para Pejabat Utama (PJU) Polres Sumbawa Barat, para kepala satuan fungsi, serta seluruh Kapolsek jajaran.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa setiap pelaksanaan operasi kepolisian harus mengedepankan profesionalisme dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Setiap pelaksanaan operasional harus dilakukan sesuai prosedur dan berlandaskan aturan hukum. Keberhasilan dalam menjalankan tugas tidak boleh bertentangan dengan ketentuan yang berlaku maupun menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat,” tegas AKBP Rendy Andy Julikhlas.Rabu (29/7)

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), serta menjaga sinergi dalam setiap pelaksanaan tugas demi mewujudkan situasi keamanan yang aman dan kondusif di Kabupaten Sumbawa Barat.

Usai arahan Kapolres, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari para pejabat utama Polres Sumbawa Barat. Kabag Ops Kompol Arifuddin, S.Sos., M.Si. memaparkan hasil Analisis dan Evaluasi GKTM yang mencakup perkembangan gangguan kamtibmas sepanjang tahun 2025 hingga Juli 2026.

Paparan tersebut meliputi perkembangan berbagai jenis tindak pidana, evaluasi Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, data kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, serta data unjuk rasa (Unras) yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat selama periode tersebut.

Selanjutnya, masing-masing kepala satuan fungsi dan Kapolsek jajaran memaparkan kondisi kamtibmas di wilayahnya sebagai bahan evaluasi bersama dalam menentukan langkah-langkah strategis ke depan.

Dalam paparannya, Kasat Reskrim Polres Sumbawa Barat IPTU Firman Rinaldi, S.Tr.K., S.I.K. menyampaikan bahwa berdasarkan data penanganan perkara sejak tahun 2025 hingga Juli 2026, kasus tindak pidana yang paling banyak ditangani adalah kasus penipuan.

Meski demikian, hasil analisis yang dipaparkan dalam forum tersebut menunjukkan adanya tren penurunan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat dibandingkan periode sebelumnya. Capaian tersebut menjadi indikator positif atas upaya preventif, preemtif, dan penegakan hukum yang selama ini dilakukan jajaran Polres Sumbawa Barat.

Menutup kegiatan, Kapolres kembali mengingatkan seluruh personel agar tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diraih. Ia meminta seluruh jajaran terus meningkatkan kinerja, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menjaga soliditas dalam pelaksanaan tugas.

“Dengan kerja sama yang baik, profesionalisme, dan koordinasi yang kuat bersama seluruh stakeholder, kita optimistis dapat terus menjaga Kabupaten Sumbawa Barat tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Kapolres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *