Kota Bima, NTB – Bhabinkamtibmas Kelurahan Dara Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota, AIPDA Ramlin, mendampingi kegiatan sosialisasi pembongkaran warung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak pembangunan Kolam Retensi Amahami sebagai bagian dari program pengendalian banjir Kota Bima.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (14/6/2026) pukul 08.30 WITA di RT 08 RW 03 Lingkungan Dara, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas Polres Bima Kota Ipda Baiq Fitria Ningsih menjelaskan bahwa AIPDA Ramlin mendampingi Direksi Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I serta pihak PT Bahagia Bangun Nusa dalam pelaksanaan sosialisasi kepada para pelaku usaha UMKM dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak rencana pembangunan Kolam Retensi Amahami.
Sosialisasi dilakukan kepada para pelaku usaha yang menempati area sepanjang pinggir jalan yang masuk dalam lokasi rencana pembangunan kolam retensi. Dalam kesempatan tersebut, petugas bersama pihak terkait menyampaikan informasi mengenai tahapan pembangunan serta mengimbau para pemilik warung dan lapak UMKM untuk segera melakukan pembongkaran dan memindahkan usahanya ke lokasi lain yang tidak terdampak proyek.
Selain mendampingi kegiatan sosialisasi, Bhabinkamtibmas juga melaksanakan komunikasi sosial dan kegiatan Cooling System kepada warga binaan serta para pelaku usaha yang terdampak. Dalam penyampaiannya, AIPDA Ramlin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) serta mendukung program pemerintah yang bertujuan mengurangi risiko banjir di Kota Bima.
“Pembangunan Kolam Retensi Amahami merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan banjir di Kota Bima. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program ini demi kepentingan bersama,” ujar Ipda Baiq Fitria Ningsih.
Lebih lanjut, para pelaku usaha juga diberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga situasi yang aman dan kondusif selama proses pembangunan berlangsung serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi dan penyampaian imbauan tersebut mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha UMKM dan warga setempat. Mereka menyatakan siap mendukung program pembangunan Kolam Retensi Amahami dan dalam waktu dekat akan memindahkan lapak usaha mereka ke lokasi yang tidak terdampak proyek pembangunan.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar serta menjadi wujud sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Kota Bima.












