Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Saneo Polsek Woja Polres Dompu AIPTU Dahlan, S.H., melaksanakan kegiatan pemantauan hasil panen jagung milik warga binaan di Dusun Saneo I So Limbi, Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Senin (01/06/2026) pukul 15.42 WITA.
Kegiatan tersebut dilakukan terhadap hasil panen jagung milik Ibu Kalisom (42) dengan luas lahan 1,5 hektar menggunakan varietas jagung NK Sumo 7328 yang telah memasuki usia tanam 141 hari dan diperkirakan menghasilkan sekitar 12 ton jagung pipilan kering (JPK).
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas turut memantau proses pengisian jagung setelah dijemur untuk selanjutnya ditimbang dan didistribusikan ke gudang penampungan.
Selain melakukan monitoring, AIPTU Dahlan, S.H., juga memberikan motivasi dan himbauan kepada petani agar hasil panen dapat dimanfaatkan dengan baik, termasuk menyisihkan sebagian hasil panen untuk kebutuhan musim tanam berikutnya sehingga tidak bergantung pada pinjaman bank yang dinilai dapat memberatkan para petani.
“Kami berharap para petani dapat mengelola hasil panen dengan baik serta mempersiapkan kebutuhan musim tanam berikutnya secara mandiri demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menjaga keberlangsungan pertanian,” ujar AIPTU Dahlan.
Kapolsek Woja IPTU Muh. Norkurniawan, S.H., menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Bhabinkamtibmas yang terus aktif hadir di tengah masyarakat dan mendampingi warga binaan, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Bhabinkamtibmas harus terus hadir memberikan pendampingan dan motivasi kepada masyarakat, khususnya para petani, sehingga tercipta hubungan yang baik antara Polri dan masyarakat serta mendukung peningkatan ketahanan pangan di wilayah binaan,” ungkap IPTU Kurniawan.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan bahwa keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan warga.
“Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan motivasi dan rasa aman kepada warga serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar IPTU Nyoman.
Kegiatan berlangsung aman, lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat setempat.
Related News
4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.