Berita  

Polisi di Lombok Barat Dampingi Warga Wujudkan Swasembada Pangan

Inovasi Pekarangan Bergizi: Cara Desa Perampuan Perkuat Pangan Lokal

Lombok Barat, NTB – Di tengah upaya nasional memperkuat ketahanan pangan, sebuah inisiatif inspiratif muncul dari sudut Kabupaten Lombok Barat melalui program Pekarangan Bergizi. Personel Bhabinkamtibmas Desa Perampuan menunjukkan komitmen nyata dalam mendampingi warga binaannya untuk menyulap lahan tidur menjadi lumbung pangan produktif. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi mendukung percepatan swasembada pangan yang berkelanjutan di tingkat desa.

Pada Sabtu (28/2/2026), suasana di Desa Perampuan tampak berbeda dari biasanya. Petugas Bhabinkamtibmas tidak hanya sekadar melakukan patroli keamanan rutin, tetapi juga terjun langsung ke ladang dan pekarangan rumah warga. Kegiatan silaturahmi ini dibalut dengan aksi pendampingan intensif untuk memastikan masyarakat mampu memaksimalkan setiap jengkal tanah yang mereka miliki demi pemenuhan gizi dan penguatan ekonomi keluarga.

Komitmen Kepolisian dalam Mengawal Swasembada Pangan

Kehadiran Polri di tengah masyarakat petani bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan implementasi dari program strategis kepolisian untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam menciptakan kedaulatan pangan. Fokus utamanya adalah mengedukasi masyarakat agar tidak membiarkan lahan di sekitar tempat tinggal mereka terbengkalai begitu saja, melainkan mengubahnya menjadi Pekarangan Bergizi yang bermanfaat.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas saat ini telah berkembang menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di pedesaan. Kepolisian ingin memastikan bahwa kehadiran mereka memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama dalam sektor pangan yang menjadi kebutuhan dasar paling krusial.

“Kami terus mendorong personel di lapangan, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk aktif memberikan edukasi dan motivasi kepada warga binaan. Tujuannya jelas, yakni mempercepat swasembada pangan nasional yang dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga. Kami ingin masyarakat sadar bahwa lahan pekarangan pun jika dikelola dengan baik bisa menjadi sumber pendapatan sekaligus solusi gizi keluarga,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.

Inovasi “Pekarangan Bergizi” dan Pemanfaatan Media Polybag

Berdasarkan pemantauan di lapangan, transformasi hijau mulai terlihat di berbagai titik pemukiman Desa Perampuan. Warga kini mulai terbiasa membudidayakan berbagai varietas tanaman hortikultura secara mandiri melalui konsep Pekarangan Bergizi. Bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan, penggunaan media tanam polybag menjadi solusi yang sangat efektif dan efisien.

Petugas Bhabinkamtibmas memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang telah berhasil menanam cabai, tomat, dan berbagai jenis sayur-sayuran di teras rumah mereka. Selain memberikan nilai estetika, tanaman-tanaman ini berfungsi sebagai stok pangan harian yang dapat memangkas pengeluaran rumah tangga. Di sisi lain, koordinasi lapangan juga diperluas ke area perkebunan yang lebih luas, di mana tanaman jagung dan pepaya tampak tumbuh subur dengan hasil buah yang melimpah, menandakan potensi besar desa ini sebagai pemasok pangan lokal.

Pendampingan Langsung dari Penyiapan Lahan hingga Panen

Interaksi yang terjadi di tengah ladang jagung menunjukkan sinergi yang hangat antara aparat kepolisian dan petani. Tidak sekadar memberi instruksi, petugas Bhabinkamtibmas terlihat ikut membantu proses perawatan bibit tanaman di lahan terbuka guna memastikan keberlangsungan program Pekarangan Bergizi tersebut. Mereka berdiskusi mengenai teknik pemupukan, pengendalian hama, hingga cara menjaga produktivitas lahan agar tetap maksimal sepanjang musim.

Motivasi terus diberikan agar masyarakat tidak cepat puas dengan hasil yang ada. Petugas mendorong warga untuk mulai mencoba komoditas pangan yang lebih variatif agar ketahanan pangan di Desa Perampuan memiliki diversifikasi yang kuat. Dengan adanya pendampingan ini, kendala-kendala teknis yang dihadapi petani di lapangan dapat segera dikomunikasikan dan dicari solusinya bersama-sama.

Menuju Desa Perampuan sebagai Percontohan Kemandirian Pangan

Langkah preventif yang dilakukan melalui optimalisasi Pekarangan Bergizi ini dinilai sangat strategis. Selain menjaga ketersediaan pangan di tingkat lokal, inisiatif ini juga menjadi benteng pertahanan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Lombok Barat dalam menghadapi fluktuasi harga pangan di pasar. Desa Perampuan kini digadang-gadang akan menjadi prototipe bagi desa-desa lain dalam hal pemanfaatan lahan sempit secara produktif.

Melalui komitmen yang berkelanjutan, jajaran Bhabinkamtibmas akan terus mendampingi warga dalam setiap tahapan pertanian, mulai dari fase penyiapan lahan, masa tanam, perawatan, hingga tiba masa panen nanti. Visi besar dari kegiatan ini adalah terwujudnya kemandirian pangan yang kokoh, di mana masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan luar, melainkan mampu berdikari di atas tanahnya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *